Kepulangan Mahasiswa STAIDA, Tuntaskan KKN Internasional Perdana di Malaysia

ADMIN Ahad, 1 Maret 2026 05:43 WIB
9x ditampilkan Berita

Bangkalan-Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional perdana Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA) Bangkalan resmi berakhir. Lima mahasiswa peserta KKN Internasional Malaysia, yakni Solehul Akmal, Ma’mun, Hidayatun Nisa’, Ana Istiana, dan Rosa Safitri, dijadwalkan kembali ke tanah air pada Sabtu. (28/2/26). 

Kepulangan setelah menuntaskan pengabdian di sejumlah sanggar pendidikan di Malaysia. Program yang menjadi langkah awal STAIDA dalam memperluas jejaring internasional tersebut dinilai berjalan sukses meski diwarnai sejumlah tantangan.

Para mahasiswa ditempatkan di sanggar-sanggar pendidikan dengan karakter dan latar belakang berbeda, sehingga dituntut mampu beradaptasi serta menyesuaikan program kerja dengan kebutuhan masing-masing tempat.

Salah satu peserta, Solehul Akmal, menyampaikan rasa syukur atas selesainya program KKN Internasional tersebut. Akmal menilai pengalaman ini menjadi momentum penting, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi kampus sebagai pelaksana program perdana.

“Kami sangat bersyukur bisa menyelesaikan KKN Internasional ini sampai selesai. Banyak tantangan yang kami hadapi, mulai dari perbedaan budaya hingga pola kerja di tempat pengabdian. Namun, justru di situlah letak pembelajarannya. Ini menjadi pengalaman berharga bagi kami dan juga sebagai langkah awal kampus dalam membuka program internasional,” ujar Akmal.

Sementara itu, Hidayatun Nisa’ menutup rangkaian pengabdiannya dengan menggelar acara penutupan dan perpisahan bersama pihak sanggar dan anak didik tempatnya bertugas.

"Momen perpisahan tersebut menjadi kenangan yang tidak terlupakan karena kedekatan yang telah terbangun selama masa pengabdian"

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Sama’un, memberikan apresiasi atas capaian para mahasiswa. Menyatakan bahwa keberhasilan program ini menjadi starting point bagi pelaksanaan KKN internasional berikutnya.

Menurut Sama’un, berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaan dapat dilalui dengan baik oleh para peserta. Menilai keberhasilan tersebut dilandasi dua hal utama, yakni pengalaman pertama kali melaksanakan KKN di luar negeri serta kemampuan mahasiswa beradaptasi secara cepat dan mandiri di lingkungan yang sama sekali baru.

“Ini adalah pengalaman pertama KKN STAIDA ke luar negeri. Tentu ada banyak kendala teknis dan nonteknis. Namun, mahasiswa mampu beradaptasi dengan cepat, menyesuaikan program dengan kebutuhan sanggar masing-masing, dan bekerja secara mandiri. Itu capaian yang sangat baik,” tegasnya.

Sama'un menyampaikan, keberhasilan ini menjadi pijakan awal untuk pengembangan kerja sama internasional yang lebih luas di masa mendatang. Pihak kampus berharap pengalaman tersebut dapat menjadi referensi evaluasi sekaligus penguatan kualitas KKN internasional berikutnya.
(1/3/26).