KKN Internasional Perdana STAIDA, 5 Mahasiswa Melaksanakan di Negeri Jiran
ADMIN80x ditampilkan Berita
Malaysia – Lima mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA) Bangkalan mencatat sejarah baru dengan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional perdana di Malaysia. Kegiatan yang berlangsung sejak 1 hingga 28 Februari 2026 tersebut menjadi langkah awal kampus dalam memperluas jejaring akademik sekaligus pengabdian lintas negara melalui koordinasi bersama KBRI Malaysia.
Lima mahasiswa yang menjadi delegasi pertama itu ialah Solehul Akmal, Ma’mun, Ana Istiana, Hidayatun Nisa’, dan Rosa Safitri. Mereka tidak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga memikul tanggung jawab sebagai pionir yang membuka jalan bagi keberlanjutan KKN Internasional di masa mendatang.
Solehul Akmal, mahasiswa semester akhir Program Studi Ilmu Hadis, menilai program ini sebagai tantangan besar karena merupakan pelaksanaan perdana. Ia menyebut, keterbatasan relasi di Malaysia menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi tim.
“Program ini cukup menantang karena kami menjadi angkatan pertama. Kami juga ikut menentukan arah keberlanjutan KKN Internasional ke depan, sementara jaringan yang kami miliki di Malaysia masih sangat terbatas,” ujarnya kepada Radar, Senin (17/2/2026).
Solehul mengungkapkan bahwa keberhasilan program bukan hanya ditentukan oleh pelaksanaan kegiatan di lapangan, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai pihak agar keberadaan mahasiswa STAIDA dapat diterima dan memberi dampak nyata bagi masyarakat setempat.
Hal senada disampaikan Ana Istiana. Menurutnya, proses adaptasi menjadi kunci utama selama menjalani KKN di negeri jiran. Perbedaan budaya, sistem kelembagaan, serta dinamika sosial menuntut mahasiswa untuk lebih peka dan inovatif dalam menyusun program kerja.
“Di sini kami berada di lingkungan yang benar-benar baru. Jadi, kami harus adaptif dan merancang program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat,” katanya, Senin (17/2/2026).
Ana menegaskan bahwa tim terus melakukan koordinasi dan pemetaan kebutuhan bersama mitra lokal sebelum merealisasikan agenda kerja, agar program yang dijalankan tidak sekadar seremonial, melainkan tepat sasaran.
Dukungan penuh juga diberikan pimpinan kampus. Ketua STAIDA, yaitu Umar Zakka, dalam pembekalan KKN Internasional pada 28 Januari 2026, menekankan pentingnya memanfaatkan setiap peluang yang ada selama berada di lokasi pengabdian.
“Ambil semua peluang yang ada di lokasi KKN Internasional tersebut, baik dalam membangun jaringan relasi maupun komunikasi, sekiranya dapat berdampak pada ruang akademik secara umum maupun khusus bagi STAIDA,” tegasnya.
Ia secara mengingatkan bahwa KKN Internasional bukan hanya agenda rutin tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperluas jejaring institusi serta memperkuat eksistensi kampus di kancah global. Para mahasiswa diharapkan mampu menjadi representasi akademik yang membawa nilai-nilai kesantrian sekaligus memperkenalkan mutu pendidikan STAIDA di tingkat internasional.
Program ini menjadi tonggak awal perjalanan STAIDA Bangkalan dalam memperluas kiprah akademik di luar negeri. Selain sebagai bentuk pengabdian masyarakat, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mempertegas identitas mahasiswa santri di ranah internasional.
Pihak kampus berharap langkah perdana ini menjadi fondasi kokoh bagi pelaksanaan KKN Internasional selanjutnya, dengan jaringan yang semakin luas dan perencanaan program yang lebih matang. (AM/17/2/2026)