MAHASISWA KKN STAIDA HIDUPKAN MASJID LEWAT KAJIAN SUNNAH DI DESA TENGKET AROSBAYA
ADMIN159x ditampilkan Berita
Bangkalan-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 3 Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA) menggelar rutinan kajian sunnah bertajuk Sabilus Sunnah di Masjid Nurul Hidayah al-Bahar, Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan. Kajian tersebut menjadi bagiankkn dari upaya pemberdayaan masjid sekaligus penguatan literasi keagamaan masyarakat setempat.
Kajian Sabilus Sunnah menggunakan kitab Fathul Qarib al-Mujib (فتح القريب المجيب) sebagai rujukan utama dan diisi oleh Ustadz Ilyas, S .Ag, yang juga menjabat sebagai takmir serta tenaga pengajar di Masjid Nurul Hidayah al-Bahar. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap malam Sabtu setelah salat Magrib.
Menurut Ustadz Ilyas, kajian tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama untuk menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat.
“Masjid ini sebelumnya sempat vakum tanpa kegiatan dan terlihat terbengkalai. Dengan adanya kajian Sabilus Sunnah, kami ingin mengembalikan peran masjid sebagai ruang belajar dan pembinaan keagamaan masyarakat,” ucapnya diseling dalam menyampaikan materi. Jum'at/19/22/25.
Masjid Nurul Hidayah al-Bahar kini perlahan menjadi ikon keagamaan Desa Tengket Arosbaya. Desa yang tergolong semi perkotaan itu sebelumnya minim aktivitas kajian rutin bahkan sempat terbengkalai, namun kini mulai hidup dengan kegiatan keislaman yang berkelanjutan.
Koordinator Desa KKN Kelompok 3 STAIDA, Khoirul Anam, mengatakan bahwa kajian ini tidak hanya berorientasi pada pengajian, tetapi juga pada penguatan kesadaran kolektif masyarakat terhadap masjid.
“Tujuan utama Sabilus Sunnah adalah menghidupkan literasi agama masyarakat sekitar sekaligus membangun kembali keterikatan warga dengan masjid,” ujarnya.
Selain kajian rutin, mahasiswa KKN bersama masyarakat juga menyelenggarakan istighosah setiap Jumat pagi yang dilanjutkan dengan kegiatan bersih-bersih masjid secara gotong royong. Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian dan rasa memiliki terhadap masjid.
“Kami ingin masjid tidak hanya ramai saat salat, tetapi juga hidup dengan aktivitas keilmuan, spiritual, dan sosial,” kata Khoirul selaku kordes.
Program pemberdayaan masjid yang diinisiasi mahasiswa KKN STAIDA ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Kehadiran kajian sunnah dan kegiatan rutin lainnya dinilai mampu menghidupkan kembali masjid yang sebelumnya kurang terawat, sekaligus memperkuat tradisi keagamaan di Desa Tengket Arosbaya.