FAUZI, MAHASISWA STAIDA BANGKALAN, RAIH GELAR THE BEST SPEAKER DI KONFERENSI SANTRI INTERNASIONAL TIGA NEGARAKU

ADMIN Rabu, 18 Februari 2026 04:43 WIB
80x ditampilkan Berita

Mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam (STAIDA) Bangkalan kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Fauzi, mahasiswa Ilmu Hadis Semester 6, dinobatkan sebagai Best Speaker dalam ajang International Conference Santri Mendunia Batch 4 yang digelar pada 10–15 Februari 2026 di tiga negara: Malaysia, Singapore, dan Thailand.
Fauzi merupakan salah satu delegasi mahasiswa dari STAIDA Bangkalan yang mengikuti konferensi internasional tersebut. Ia berhasil meraih penghargaan sebagai pembicara terbaik (The Best Speaker) setelah melalui rangkaian kegiatan ilmiah dan kompetitif bersama peserta lain dari berbagai daerah di Indonesia.
Konferensi ini diikuti oleh santri dan mahasiswa dari Bandung, Jakarta, Surabaya, Pasuruan, Lampung, Riau, Bogor, Kalimantan, Sulawesi, hingga Aceh. Peserta terdiri atas unsur santri pesantren salaf, tahfiz al-Qur’an, serta mahasiswa strata 1 dan strata 2.
Kegiatan berlangsung selama enam hari, mulai 10 hingga 15 Februari 2026, dan dilaksanakan secara internasional di tiga negara Asia Tenggara: Malaysia, Singapore, dan Thailand. Pemilihan tiga lokasi tersebut dimaksudkan untuk memperluas jejaring global santri dan memperkuat diplomasi intelektual berbasis pesantren.
International Conference Santri Mendunia Batch 4 digelar untuk menguatkan peran santri sebagai penggerak utama ekonomi syariah global. Selain itu, forum ini bertujuan mengembangkan gagasan kolaboratif lintas negara dalam bidang keuangan Islam dan industri halal, serta membuka ruang sinergi antara pesantren, universitas, dan sektor bisnis syariah internasional.
Panitia menekankan bahwa santri tidak hanya memiliki kompetensi keagamaan, tetapi juga potensi besar dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis nilai-nilai Islam yang inklusif dan berdaya saing global.
Konferensi diawali dengan seminar bertema “Kolaborasi Santri dalam Membangun Ekosistem Ekonomi Syariah Global”. Forum ini menghadirkan diskusi mendalam mengenai peluang dan tantangan ekonomi syariah di tingkat internasional.
Selanjutnya, peserta dibagi ke dalam enam kelompok untuk mengikuti debat ilmiah dengan tema “Zakat dan Wakaf sebagai Instrumen Pengentasan Kemiskinan”. Dalam sesi ini, para peserta mempresentasikan gagasan, argumentasi, dan solusi aplikatif berbasis data serta perspektif keislaman.
Dalam sesi debat inilah Fauzi menunjukkan kemampuannya. Dengan penguasaan materi yang mendalam, argumen yang tajam, serta kemampuan komunikasi yang persuasif, ia berhasil memukau dewan juri dan peserta lainnya. Di akhir acara, panitia menobatkan Fauzi sebagai The Best Speaker, sekaligus mengukuhkan namanya sebagai salah satu peserta teraktif selama konferensi berlangsung.
Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi STAIDA, khususnya Program Studi Ilmu Hadis, sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa dari lembaga pendidikan tinggi Islam di Madura mampu bersaing dan unjuk gigi di kancah internasional. Fauzi tidak hanya membawa nama baik almamater, tetapi juga menunjukkan bahwa santri dan mahasiswa Indonesia memiliki kapasitas intelektual yang mumpuni untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah global.