Pelepasan Mahasiswa STAIDA untuk KKN 2025 Resmi Digelar
ADMIN81x ditampilkan Berita
Sekolah Tinggi Ilmu Agama Darussalam (STAIDA) melepas 57 mahasiswanya untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025 dalam sebuah acara pelepasan yang berlangsung di Halaman Kampus STAIDA, Ahad (23/11/2025). Acara yang diselenggarakan oleh Panitia KKN STAIDA ini dihadiri oleh pimpinan kampus dan segenap civitas akademika.
Sebanyak 57 mahasiswa STAIDA secara resmi dilepas untuk diterjunkan ke beberapa desa di wilayah Madura sebagai bentuk pengabdian masyarakat. Acara pelepasan ini menandai dimulainya implementasi langsung dari Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan kampus, antara lain Waka I Bapak Ahmad Bahruddin, M.Pd.I., Waka III Bapak Sama’un, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Bapak Mohammad Lutfianto, M.Ag., Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Bapak Abd. Muin, M.Ag., Ketua Program Studi Ilmu Hadis Ibu Fatichatus Sa’diyah, S.Th.I., M.Ag., serta seluruh panitia KKN 2025.
Mahasiswa akan ditugaskan di beberapa desa di Kabupaten Bangkalan, meliputi Desa Tlagah Kecamatan Galis, Desa Lerpak Kecamatan Geger, Desa Tengket Kecamatan Arosbaya, dan Desa Amparaan Kecamatan Kokop.
Dalam sambutannya, Ketua LPPM Bapak Mohammad Lutfianto menegaskan bahwa KKN merupakan kewajiban mahasiswa sebagai implementasi Tridharma Perguruan Tinggi. “KKN adalah salah satu kewajiban mahasiswa sebagai implementasi kewajiban dari tridharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ketua LPPM berpesan agar mahasiswa dapat membaur dengan masyarakat dan mengikuti segala kegiatan yang ada. “Maka dalam KKN ini, mahasiswa hendaknya bisa membaur dengan masyarakat dan mengikuti segala kegiatan yang ada di masyarakat. Ketika bersama masyarakat, mahasiswa seyogyanya bisa memberi kesan positif pada masyarakat. Selain itu, dalam upaya bisa memberikan kesan positif, mahasiswa dapat mengupayakan untuk menghindari hal-hal yang sensitif.”
Sebagai wakil Ketua STAIDA yang sedang melaksanakan ibadah umroh, Bapak Ahmad Bahruddin menyampaikan pesan melalui syiir Gus Dur yang berbunyi:
“ولدتك امك يابن آدم باكيا والناس حولك يضحكون سرورا”
Yang artinya: “Kau dilahirkan ibumu di dunia dalam keadaan menangis, tetapi manusia di sekitarmu tertawa bahagia dengan kelahiranmu.”
Menurut Pak Bahruddin, syiir tersebut merupakan refleksi dari kehidupan KKN mahasiswa di desa-desa nanti. “Mahasiswa harus mengupayakan kesan baik dari masyarakat sehingga saat masa KKN telah usai, mereka dengan bahagia kembali ke kampus sedangkan masyarakat di sana menangis sedih karena ditinggal mahasiswa KKN.”
Pelepasan ini diharapkan menjadi momentum bagi mahasiswa untuk tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga membangun hubungan emosional yang mendalam dengan masyarakat desa, serta meninggalkan warisan positif yang berkelanjutan bagi komunitas yang mereka layani.
Acara pelepasan ditutup secara khidmat oleh Bapak Sama’un, M.Ag. dengan pembacaan shalawat sebanyak tiga kali, mengiringi doa untuk kelancaran dan keselamatan mahasiswa selama melaksanakan pengabdian di masyarakat.