Penutupan KKN Kelompok 1 STAIDA Meriah dengan Pengajian Umum Basis Tauhid

ADMIN Selasa, 23 Desember 2025 06:50 WIB
52x ditampilkan Berita

BANGKALAN-Penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA) berlangsung khidmat dan meriah. Kegiatan tersebut dikemas dalam pengajian umum berbasis tauhid, bertempat di Desa Tlageh dusun Larlar tepatnya di mushola al-Mukhlisin yang digelar pada Senin. (22/12/25) 

Masyarakat Desa Tlageh dan sekitarnya tampak antusias menghadiri acara penutupan tersebut. Kehadiran masyarakat menjadi bukti kuatnya ikatan kebersamaan antara mahasiswa KKN dan masyarakat selama masa pengabdian berlangsung.

Syafiuddin selaku Kepala Desa Tlagah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kontribusi mahasiswa KKN STAIDA yang dinilainya mampu menyatu dengan masyarakat.

“Mahasiswa KKN STAIDA bukan hanya menjalankan program, tetapi juga hadir membersamai masyarakat. Ini menjadi nilai penting dalam membangun desa berbasis keilmuan dan keagamaan,” ujar Syafiuddin.

Sama'un sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menegaskan bahwa KKN merupakan bagian penting dari proses pendidikan mahasiswa, khususnya dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

“KKN adalah ruang belajar nyata. Mahasiswa diuji untuk mengamalkan ilmunya, berinteraksi dengan masyarakat, serta menjadikan nilai tauhid sebagai landasan berpikir dan bertindak,” kata Sama’un.

Pengajian umum pada acara tersebut disampaikan oleh Ustad Ahmad Romli Khusain asal Lontebeh, Karpote, Blega, Bangkalan. Dalam tausiyahnya, ia menekankan bahwa KKN merupakan praktik langsung dari teori akademik yang dipelajari mahasiswa di kampus.

“Ilmu di kampus itu fondasinya teori. KKN menjadi jembatan agar teori itu hidup, dirasakan manfaatnya, dan bernilai ibadah ketika diniatkan karena Allah,” tutur Gus Romli sapaan akrabnya.

Menurutnya, pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat merupakan bentuk dakwah sosial yang sejalan dengan nilai tauhid, karena mengajarkan keikhlasan, tanggung jawab, dan kepedulian.

Sementara itu, mawaddah selaku Koordinator Desa (Kordes) KKN Kelompok 1, menjelaskan bahwa penceramah yang direncanakan sebelumnya adalah Agus Abdulloh dari Pakong, Pondok Pesantren Darussholah Pusat, namun terjadi perubahan teknis.

“Secara agenda awal, penceramah adalah Agus Abdulloh dari Pakong PP Darussholah Pusat. Namun karena kondisi tertentu, tausiyah diisi oleh gus Romli, dan Alhamdulillah substansi dakwahnya tetap selaras dengan tujuan kegiatan,” jelas Mawaddah.

Ia juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan penuh masyarakat selama pelaksanaan KKN.

“KKN ini menjadi ruang belajar berharga bagi kami. Banyak nilai kehidupan yang tidak kami dapatkan di kelas, tetapi kami temukan langsung bersama masyarakat Desa Tlagah,” ungkapnya.

Pengajian umum berbasis tauhid tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan KKN Kelompok 1 STAIDA, sekaligus momentum refleksi atas pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat dalam membangun peradaban yang berlandaskan nilai keislaman. (UF/22/12/25)