10 MAHASISWI STAIDA BANGKALAN JADI PRESENTER INTERNASIONAL DI ICONIE 2026

ADMIN Rabu, 20 Mei 2026 10:44 WIB
267x ditampilkan Berita

Sebanyak 10 mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA) Bangkalan tampil sebagai presenter dalam ajang 4th International Conference on Islam and Education (ICONIE) 2026 yang mengusung tema “Islamic Education for a Sustainable Future: Digital Transformation, Cultural Wisdom, and Harmonious Living.” Konferensi internasional tersebut diselenggarakan oleh UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada 18–19 Mei 2026 secara hybrid, yakni luring di Hotel Howard Johnson by Wyndham Pekalongan dan daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ilmiah berskala internasional ini menghadirkan sejumlah pembicara utama dari berbagai negara, di antaranya Dr. Itje Chodidjah, Assoc. Prof. Suzanne Choo Shen Li, Tatang Muttaqien, S.Sos., M.Ed., Ph.D., Le Thuy Ngoc Van, Prof. Dr. Arif Satria, serta Dr. Rudolf Wirawan, Ph.D. Dari total 280 makalah yang lolos seleksi, tujuh makalah berasal dari STAIDA Bangkalan. Hal ini menunjukkan kontribusi aktif mahasiswa STAIDA dalam forum akademik internasional.
Tujuh makalah tersebut ditulis oleh mahasiswi dari Program Studi Ilmu Hadis (IH) dan Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IQT). Di antaranya, Nadiatul Khoiroh mempresentasikan artikel berjudul “Women’s Leadership in The Concept of the Modern State: a Comparative Study of Thoughts of Aminah Wadud and Yusuf Qardhawi on Gender Justice”. Penelitian tersebut mengkaji kepemimpinan perempuan dalam negara modern melalui perbandingan pemikiran Aminah Wadud dan Yusuf Qardhawi terkait keadilan gender dalam Islam.
Sementara itu, Alifah tampil dengan artikel “Reconstructing Integrity-Based Leadership Through the Hadith of Prophet Muhammad to Address the Challenges of the Modern Era.” Kajian ini menyoroti pentingnya rekonstruksi kepemimpinan berbasis integritas melalui nilai-nilai hadis Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi tantangan era modern.
Mahasiswi lainnya, Wiwik Halwiyah, juga tampil secara langsung dengan makalah “Family Ethics in the Hadith ‘Khayrukum Khayrukum li Ahlih’ and its Relevance as an Effort to Prevent Incest.” Penelitian tersebut membahas relevansi etika keluarga dalam hadis Nabi sebagai upaya preventif terhadap kasus kekerasan dan penyimpangan dalam keluarga.
Selain itu, makalah kolaboratif yang ditulis oleh Lutfiah, Maswanah, dan Ana Istiana mengangkat tema budaya Islam dan etos kerja nelayan Madura melalui slogan “Abhental Omba’ Asapo’ Angin Salanjengah.” Kajian ini menyoroti nilai-nilai budaya lokal Madura yang selaras dengan ajaran Islam dalam membangun etos kerja masyarakat pesisir.
Adapun Jupita Apriani mempresentasikan artikel mengenai relevansi hadis-hadis pengasuhan anak dalam perspektif psikologi modern sebagai pendekatan preventif terhadap Childhood Emotional Neglect (CEN). Selain itu, Jupita juga terlibat dalam dua penelitian kolaboratif lainnya bersama Sulipah, Rosa Safitri, dan Ulfatussalihah yang membahas revitalisasi nilai hadis dan teori keterikatan John Bowlby dalam mencegah toxic parenting dengan artikel berjudul “Revitalizing Hadith Values and John Bowlby’s Attachment Theory to Prevent Long-Distance Toxic Parenting”, serta penanaman kecintaan terhadap masjid pada anak melalui perspektif living hadith untuk membangun karakter kepemimpinan Islami dengan artikel berjudul “Instilling Love for the Mosque in Childhood: a Living Hadith Perspective on Building Islamic Leadership Character.”
Keikutsertaan 10 mahasiswi STAIDA dalam konferensi internasional ini menjadi bukti berkembangnya budaya akademik dan penelitian di lingkungan kampus. Capaian tersebut juga memperlihatkan bahwa mahasiswa STAIDA mampu menghadirkan kajian Islam yang relevan dengan isu-isu global, mulai dari pendidikan, keluarga, budaya lokal, kepemimpinan, hingga kesehatan mental.
Pihak kampus berharap partisipasi mahasiswa dalam forum internasional seperti ICONIE 2026 dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus aktif meneliti, menulis, dan berkontribusi dalam pengembangan keilmuan Islam yang kontekstual dan berdaya saing global.