MAHASISWA STAIDA LAKUKAN SOSIALISASI HADIS TENTANG KEUTAMAAN BULAN RAJAB
ADMIN87x ditampilkan Berita
Tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA) Bangkalan melaksanakan sosialisasi hadis tentang keutamaan bulan Rajab kepada masyarakat pada Jumat, 5 Desember 2025, bertempat di kediaman Bapak Na’I, salah satu tokoh masyarakat Dusun Tambes, Desa Lerpak, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan.
Kegiatan ini diikuti oleh Abd. Latif, Khoirulloh, dan Roul Khoiron al-Bary sebagai bagian dari pelaksanaan tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Tadrib Kutub Hadis. Mata kuliah ini menekankan kemampuan mahasiswa dalam mengkaji kitab-kitab hadis klasik serta mengaplikasikannya secara naratif dan kontekstual di tengah masyarakat.
Berdasarkan observasi awal, pemahaman masyarakat Desa Lerpak tentang keutamaan amalan di bulan-bulan haram, termasuk Rajab, masih terbatas. Padahal, Rajab merupakan salah satu bulan haram (mulia) yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Sosialisasi ini mengangkat hadis riwayat Abu Bakrah RA yang menegaskan empat bulan haram: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Untuk memperdalam pemahaman, hadis ini dikaji dengan merujuk pada kitab Fath al-Bārī karya Ibn Ḥajar al-‘Asqalānī.
Berdasarkan penjelasan Ibn Ḥajar, penetapan bulan-bulan haram merupakan bentuk pengagungan Allah terhadap waktu-waktu tertentu. Pada bulan tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menjauhi perbuatan zalim, karena pahala kebaikan dilipatgandakan dan dosa memiliki konsekuensi yang lebih berat. Rajab memiliki keistimewaan tersendiri karena terpisah dari tiga bulan haram lainnya dan telah dijaga kehormatannya sejak masa jahiliyah oleh kabilah Mudhar.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh sekitar 28 jamaah, terdiri dari warga dan pemuda setempat. Acara dimulai pukul 18.30 WIB dengan pembacaan tahlil sebagai bentuk doa bersama dan pelestarian tradisi religius masyarakat. Selanjutnya, panitia menyampaikan sambutan mengenai tujuan dan urgensi kegiatan.
Sesi inti disampaikan oleh Roul Khoiron al-Bary, yang memaparkan materi keutamaan bulan Rajab. Hadis dibacakan, diterjemahkan, dan dijelaskan dengan bahasa sederhana namun mendalam. Penjelasan diarahkan pada praktik kehidupan sehari-hari, seperti memperbanyak ibadah, menjaga lisan, meningkatkan kepedulian sosial, dan mempererat ukhuwah Islamiyah.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Jamaah tampak antusias mengajukan pertanyaan bahkan di luar pembahasan tentang keutamaan bulan Rajab.
Antusiasme masyarakat semakin terasa meskipun kegiatan berlangsung dalam kondisi hujan deras dan listrik padam. Warga tetap hadir dengan membawa payung dan alat penerangan seadanya. Bahkan sebagian jamaah datang setelah hujan reda. Kondisi tersebut menjadi pengalaman berkesan bagi para mahasiswa.
Berdasarkan hasil kegiatan, sosialisasi hadis ini memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Lerpak. Jamaah memperoleh tambahan wawasan tentang keutamaan bulan Rajab dan terdorong untuk meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung dalam mengasah kemampuan memahami dan menyampaikan hadis kepada masyarakat.
Ibu Fatichatus Sa’diyah, S.Th.I., M.Ag., selaku dosen pengampu mata kuliah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa semester V Program Studi Ilmu Hadis atas pelaksanaan tugas sosialisasi hadis tersebut.
“Sebagian mahasiswa melaksanakan di pesantren dan majelis taklim, dan kelompok Abd. Latif menunjukkan inisiatif luar biasa dengan mengundang warga secara umum. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa ketika terjun ke masyarakat setelah lulus,” ujarnya.
Kegiatan ini membuktikan bahwa kajian hadis tidak hanya bersifat teoritis di ruang kuliah, tetapi dapat diaktualisasikan secara nyata untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan agama di tengah masyarakat, bahkan dalam kondisi yang kurang ideal sekalipun.