DUA MAHASISWA PRODI ILMU HADIS STAIDA BANGKALAN MENJADI PRESENTER DI MUTUN INTERNATIONAL CONFERENCE 2025

ADMIN Senin, 15 Desember 2025 05:54 WIB
56x ditampilkan Berita

Dua mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA) Bangkalan berhasil lolos sebagai presenter dalam ajang Muktamar Turats Nabawi (MUTUN) International Conference on Prophetic Heritage yang diselenggarakan oleh Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Jombang pada 13–14 Desember 2025 di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Konferensi internasional ini mengusung tema “Eco-Sunnah and The Global Ecological Crisis: Formulating Islam’s Contribution through Hadith for Sustainable Development Agenda (SDGs)”.

Kegiatan akademik tersebut dibuka langsung oleh Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, KH. Achmad Roziqi, yang mengawali sambutannya dengan mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya muhadharah ilmiah (diskusi akademik) berskala internasional ini. Beliau menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta seminar serta menegaskan bahwa MUTUN menghadirkan para ulama dari Mesir dan Maroko sebagai bagian dari ikhtiar memperkaya khazanah keilmuan Islam di lingkungan Ma’had Aly Tebuireng.

Dalam kesempatan tersebut, Mudir Ma’had Aly juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pengasuh Pesantren Tebuireng atas dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa Pesantren Tebuireng merupakan pusat keilmuan Islam yang telah melahirkan banyak ulama, sehingga kembali menjadi titik temu dialog ilmiah internasional melalui kehadiran para ulama dan akademisi dari berbagai negara.

Dua mahasiswa STAIDA Bangkalan yang terpilih sebagai presenter adalah Syaifulloh Arif dan Ahmad Fawait. Keduanya berhasil lolos seleksi ketat dari 197 abstrak yang masuk dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Pakistan, Malaysia, Mesir, India, dan Libya. Dari jumlah tersebut, panitia hanya menetapkan 50 abstrak terbaik untuk dipresentasikan, dan salah satunya adalah karya Syaifulloh Arif dan Ahmad Fawait berjudul “Implementasi Nilai Hadis Kebersihan untuk Pengelolaan Sampah Plastik melalui Paving Block.”
Artikel yang dipresentasikan menegaskan bahwa pemahaman kontekstual terhadap hadis-hadis kebersihan tidak hanya berhenti pada makna literal, tetapi juga mencakup upaya aktif menghilangkan bahaya (darar) dari lingkungan. Transformasi sampah plastik menjadi paving block dinilai sejalan dengan semangat ajaran Islam tentang kebersihan dan kemaslahatan. Selain menjadi solusi teknis pengelolaan sampah, inovasi ini merepresentasikan aktualisasi nilai-nilai keimanan dalam konteks kekinian melalui integrasi antara prinsip agama dan inovasi teknologi demi keberlanjutan lingkungan.
Ketua Program Studi Ilmu Hadis STAIDA Bangkalan, Ibu Fatichatus Sa’diyah, S.Th.I., M.Ag., menyampaikan ucapan selamat serta apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian kedua mahasiswa tersebut. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kegigihan dan semangat akademik yang tinggi, sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya bahwa kesibukan akhir semester tidak menjadi penghalang untuk terus berprestasi dan berkontribusi dalam forum ilmiah bergengsi, baik nasional maupun internasional.