Implementasikan Hadis Sains, Mahasiswa STAIDA Belajar Teknik Menanam Pohon di Dinas Kehutanan

ADMIN Kamis, 11 Desember 2025 06:46 WIB
58x ditampilkan Berita

Tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA) Bangkalan melaksanakan kunjungan studi ke Dinas Kehutanan Kabupaten Bangkalan pada Jum’at (5/12/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari penelitian empiris untuk memenuhi tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Hadis Sains.
Mahasiswa yang terdiri dari Roul Khoiron al-Bary, Abd Lathif, dan Zeinal Arifin mempelajari teknik menanam pohon yang baik dan benar sebagai bentuk implementasi konkret dari kajian hadis Nabi. Kunjungan ini berfokus pada aspek praktis dari ilmu kehutanan yang terkait dengan ajaran Islam tentang pelestarian lingkungan.
Kunjungan ini dilatarbelakangi oleh hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim:
ما من مسلمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أو يَزْرَعُ زَرْعًا فيَأْكُلُ منه طيرٌ ولا إنسانٌ إلا كان له به صدقةً
“Tidak ada seorang Muslim pun yang menanam tanaman atau menabur benih, lalu dimakan oleh burung atau manusia, kecuali dia akan mendapat pahala karenanya.”
Mahasiswa ingin mengimplementasikan hadis tersebut melalui pendekatan sains dengan mempelajari teknik penanaman yang benar sehingga tanaman dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat maksimal.
Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa bertemu dengan Okty Trihariana W., S.Hut, Penelaah Teknis Kebijakan CDK Wilayah Sumenep, serta staf kehutanan R. Arijadi, SP dan Taufik Budi Raharjo, SP. Mereka mendapatkan penjelasan mengenai beragam manfaat tumbuhan bagi manusia—mulai dari kegunaan material, hasil buah yang dapat dikonsumsi atau dijual, fungsi sebagai tanaman obat seperti jahe dan temulawak, hingga peran vital pohon sebagai penghasil oksigen.
Selain itu, mahasiswa juga memperoleh edukasi langsung tentang teknik menanam pohon yang baik. Proses dimulai dengan menyiapkan alat seperti cangkul untuk menggali tanah sedalam 30 cm dengan lebar yang sama. Mereka juga diingatkan pentingnya menjaga jarak antar tanaman agar tidak saling berebut sinar matahari, sehingga pertumbuhan pohon dapat maksimal.
Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan pemahaman praktis mahasiswa tentang integrasi ajaran hadis dengan isu lingkungan serta meningkatkan kepedulian ekologis melalui pengalaman lapangan.