Mahasiswa Magang STAIDA Bangkalan Dipercaya Jalankan Pelayanan Publik di KUA Kecamatan Burneh

ADMIN Senin, 24 Agustus 2026 12:33 WIB
9x ditampilkan Berita

Bangkalan, 20 Agustus 2026 — Memasuki minggu ketiga pelaksanaan magang, mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA) Bangkalan mendapat pengalaman baru dalam menjalankan pelayanan publik di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Pada Kamis (20/8), mahasiswa magang dipercaya untuk membantu menjalankan pelayanan kepada masyarakat secara mandiri di ruang pelayanan KUA.

Kepercayaan tersebut diberikan karena seluruh pegawai KUA di Kabupaten Bangkalan pada hari itu mengikuti agenda perlombaan yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangkalan. Meskipun sebagian besar pegawai harus menghadiri kegiatan tersebut, pelayanan kepada masyarakat di KUA Kecamatan Burneh tetap berjalan. Kepala KUA Kecamatan Burneh, H. Moh. Qomarun Munir, S.Ag., M.Si., bersama para staf sebelumnya telah memberikan pembekalan dan pendampingan kepada mahasiswa selama pelaksanaan magang.

Dalam menjalankan pelayanan, mahasiswa magang berada di meja resepsionis dan membantu masyarakat yang datang dengan berbagai kebutuhan administrasi. Beberapa pelayanan yang ditangani meliputi pendaftaran nikah, pemeriksaan dan verifikasi berkas, pemenuhan persyaratan rekomendasi nikah, hingga konsultasi masyarakat terkait administrasi keagamaan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian mahasiswa adalah memberikan pemahaman kepada calon pengantin mengenai kelengkapan dokumen serta ketentuan waktu pendaftaran. Mahasiswa turut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memastikan berkas telah terpenuhi sebelum pelaksanaan akad nikah, termasuk ketentuan pengajuan dokumen minimal 15 hari sebelum akad.

Tidak hanya menerima berkas, mahasiswa juga berusaha membantu memberikan solusi ketika masyarakat menemukan kendala dalam pemenuhan persyaratan administrasi, khususnya terkait dokumen rekomendasi nikah. Setiap pelayanan dilakukan dengan tetap mengacu pada arahan dan pengetahuan yang telah diberikan oleh Kepala KUA dan para staf selama proses pembimbingan.

Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi salah satu pembelajaran penting selama menjalani kegiatan magang. Jika sebelumnya pelayanan KUA lebih banyak dipelajari melalui pengamatan dan pendampingan, pada kesempatan ini mahasiswa memperoleh kepercayaan untuk berhadapan langsung dengan masyarakat dan menjalankan alur pelayanan secara lebih mandiri.

Pengalaman tersebut juga memberikan pemahaman bahwa pelayanan publik tidak hanya membutuhkan pengetahuan mengenai administrasi, tetapi juga kemampuan berkomunikasi, ketelitian, kesabaran, serta sikap responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kepercayaan untuk menjalankan pelayanan secara mandiri menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Kami belajar bagaimana menghadapi masyarakat secara langsung, memahami kebutuhan mereka, sekaligus memastikan informasi yang diberikan sesuai dengan arahan dan prosedur yang telah kami pelajari,” ungkap salah satu mahasiswa magang.

Melalui pengalaman ini, mahasiswa magang STAIDA Bangkalan tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis dalam bidang pelayanan KUA, tetapi juga belajar mengenai tanggung jawab, profesionalitas, dan pentingnya memberikan pelayanan yang ramah serta informatif kepada masyarakat.