MAHASISWA STAIDA BANGKALAN TERJUN KE MTDU MIFTAHUL ULUM AL-IRSYADI KATOL TIMUR, BAHAS INTERAKSI SANTRI DENGAN AL-QUR’AN DI ERA DIGITAL
ADMIN46x ditampilkan Berita
BANGKALAN — Sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA) Bangkalan terjun langsung ke MTDU Miftahul Ulum Al-Irsyadi, Katol Timur, untuk menggali informasi mengenai interaksi santri dengan Al-Qur’an di tengah perkembangan era digital.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi dan kebiasaan santri dalam membaca serta mempelajari Al-Qur’an. Selain melakukan pengamatan, mahasiswa juga menggali informasi melalui komunikasi dan diskusi dengan pihak madrasah terkait berbagai tantangan yang dihadapi dalam membangun kedekatan santri dengan Al-Qur’an.
Perkembangan teknologi menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran gawai dan media sosial memberikan berbagai kemudahan bagi anak-anak dalam memperoleh informasi dan hiburan, tetapi pada saat yang sama dapat menjadi distraksi dari aktivitas belajar dan mengaji.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa STAIDA Bangkalan berupaya memahami bagaimana cara yang tepat untuk merevitalisasi interaksi santri dengan Al-Qur’an, khususnya agar Al-Qur’an tidak hanya menjadi bagian dari rutinitas mengaji, tetapi juga tumbuh sebagai sesuatu yang dicintai dan dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan karakter generasi saat ini. Pemanfaatan teknologi juga dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkenalkan nilai-nilai Al-Qur’an dengan cara yang lebih kreatif, tanpa menghilangkan tradisi membaca dan berinteraksi langsung dengan mushaf.
Kegiatan mahasiswa STAIDA Bangkalan di MTDU Miftahul Ulum Al-Irsyadi Katol Timur ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai kondisi interaksi santri dengan Al-Qur’an sekaligus menjadi bahan untuk merumuskan langkah yang lebih relevan dalam menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.
Dengan demikian, revitalisasi interaksi santri dengan Al-Qur’an tidak hanya diarahkan agar santri mampu membaca dan menghafal, tetapi juga agar Al-Qur’an benar-benar hadir sebagai pedoman, sahabat, dan bagian dari kehidupan mereka di tengah perkembangan zaman.