4 Mahasiswa STAIDA Bangkalan Jadi Presenter pada The 4th International Conference on Islamic Studies (ICIS) 2026 UIN Ponorogo
ADMIN8x ditampilkan Berita Staida Ponorogo
Ponorogo – Empat mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA) Bangkalan berhasil menjadi presenter dalam The 4th International Conference on Islamic Studies (ICIS) 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Konferensi internasional tersebut mengusung tema “The Contemporary Discourse on Islamic Studies” dan berlangsung pada 1–3 September 2026.
Keikutsertaan mahasiswa STAIDA dalam konferensi ini menjadi salah satu bentuk partisipasi aktif mahasiswa dalam forum akademik yang mempertemukan para akademisi, peneliti, dan mahasiswa untuk mendiskusikan perkembangan kajian Islam kontemporer.
Dua karya ilmiah dari mahasiswa STAIDA berhasil dipresentasikan dalam forum tersebut. Paper pertama ditulis oleh Nadiatul Khoiroh dari Program Studi Ilmu Hadis dengan judul “Contextual Hermeneutics of The Hadith Concerning Following Desires (Itbā' Al-Hawā) in Architectural Analysis of The TikTok FYP Algorithm.”
Penelitian tersebut mengangkat kajian hadis tentang itbā' al-hawā atau mengikuti hawa nafsu dengan menghubungkannya pada fenomena algoritma TikTok FYP. Kajian ini menunjukkan upaya mahasiswa untuk membaca teks hadis secara kontekstual dan mengaitkannya dengan perkembangan teknologi serta fenomena media sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat kontemporer.
Sementara itu, paper kedua berjudul “Konsep Mizan, Khalifah, dan Amanah sebagai Fondasi Etika Lingkungan Islam dalam Menjawab Krisis Ekologi Kontemporer.” Artikel ini ditulis secara kolaboratif oleh Riska Kamalia, Nurul Millah, dan Nurul Hakiky, yang juga merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis STAIDA Bangkalan.
Paper tersebut mengkaji konsep mīzān, khalīfah, dan amānah dalam perspektif Islam sebagai landasan etika lingkungan. Ketiga konsep tersebut dikaji untuk melihat kontribusi ajaran Islam dalam merespons persoalan krisis ekologi yang dihadapi masyarakat kontemporer.
ICIS 2026 sendiri merupakan konferensi internasional yang membahas berbagai perkembangan kajian Islam dengan perspektif multidisipliner. Selain menghadirkan forum presentasi ilmiah, konferensi ini juga membuka ruang pertukaran gagasan mengenai isu-isu kontemporer dalam studi Islam, termasuk ekologi, teknologi, pendidikan, masyarakat, dan perkembangan pemikiran Islam.
Bagi mahasiswa STAIDA, keterlibatan dalam konferensi internasional ini bukan sekadar kesempatan untuk mempresentasikan karya ilmiah. Forum tersebut juga menjadi ruang untuk menguji gagasan, memperoleh masukan akademik, memperluas wawasan, serta membangun pengalaman dalam lingkungan akademik yang lebih luas.
Capaian ini sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis STAIDA Bangkalan memiliki kesempatan untuk mengembangkan kajian hadis yang tidak berhenti pada pembacaan tekstual, tetapi juga diarahkan untuk menjawab persoalan-persoalan aktual. Kajian mengenai algoritma media sosial dan krisis lingkungan menjadi contoh bagaimana ilmu hadis dapat dikembangkan dalam dialog dengan perkembangan teknologi dan tantangan kehidupan modern.
Keikutsertaan mahasiswa STAIDA pada ICIS 2026 juga memperkuat komitmen kampus dalam mendorong budaya akademik dan produktivitas ilmiah mahasiswa. Pengalaman menjadi presenter dalam konferensi internasional diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus menulis, melakukan penelitian, dan berani membawa hasil kajian ke forum-forum akademik nasional maupun internasional.
Dengan semakin aktifnya mahasiswa dalam berbagai konferensi dan publikasi ilmiah, STAIDA Bangkalan terus mendorong terbentuknya mahasiswa yang tidak hanya memiliki kompetensi keislaman, tetapi juga mampu mengembangkan pemikiran yang kontekstual, kritis, dan responsif terhadap berbagai persoalan masyarakat kontemporer.