MAHASISWA STAIDA TELITI INTEGRASI HADIS DAN KESEHATAN MODERN DI PUSKESMAS GALIS

ADMIN Jumat, 12 Desember 2025 12:28 WIB
99x ditampilkan Berita

Tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA) Bangkalan melakukan kunjungan studi ke Puskesmas Galis, Bangkalan, pada Jumat, 5 Desember 2025. Mereka adalah Khoirulloh, Kholik, dan Nasrulloh. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Hadis Sains yang menekankan penelitian empiris di lapangan.

Kunjungan tersebut berangkat dari salah satu hadis Aisyah ra yang menjelaskan kebiasaan Rasulullah SAW dalam menjaga kebersihan, termasuk mencuci tangan sebelum makan dan minum. Hadis tersebut menjadi dasar pengamatan mahasiswa terhadap praktik kebersihan dalam layanan kesehatan modern, khususnya prosedur mencuci tangan. Berikut hadisnya:

أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ: أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ، عَنْ يُونُسَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ وَهُوَ جُنُبٌ تَوَضَّأَ، وَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْكُلَ أَوْ يَشْرَبَ قَالَتْ غَسَلَ يَدَيْهِ، ثُمَّ يَأْكُلُ أَوْ يَشْرَبُ

Suwayd bin Nasr berkata: Abdullah menceritakan kepada kami dari Yunus, dari Zuhri, dari Abu Salamah, bahwa Aisyah ra berkata: Ketika Rasulullah saw ingin tidur dalam keadaan junub, beliau berwudhu, dan ketika beliau ingin makan atau minum, beliau mencuci tangannya, lalu dia makan atau minum.

Di Puskesmas Galis, para mahasiswa mewawancarai tenaga kesehatan, di antaranya Nurdiana, S.Kep., Ns., serta beberapa pasien dan pengunjung. Para petugas menjelaskan bahwa Puskesmas Galis telah menerapkan standar WHO, yakni enam langkah dan lima momen cuci tangan, sebagai bagian dari upaya pencegahan infeksi. Fasilitas pendukung seperti wastafel, sabun, dan hand sanitizer tersedia secara memadai di berbagai titik pelayanan.

Berdasarkan hasil wawancara, diketahui bahwa masyarakat Galis sebenarnya memahami pentingnya mencuci tangan, namun kebiasaan tersebut belum sepenuhnya diterapkan secara konsisten. Setelah dilakukan edukasi rutin oleh pihak puskesmas, tingkat kepatuhan masyarakat mengalami peningkatan yang signifikan. Petugas juga menyampaikan bahwa perilaku hidup bersih ini terbukti efektif mencegah berbagai penyakit, terutama diare dan tipes.

Melalui penelitian lapangan ini, mahasiswa menyimpulkan bahwa integrasi hadis tentang kebersihan dengan praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tidak hanya relevan secara spiritual, tetapi juga memiliki dampak nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Kunjungan ini menjadi bukti keterhubungan antara nilai-nilai Islam dan kesehatan publik modern.