5 Mahasiswi STAIDA Menjadi Presenter pada Annual Conference on Moderate Islamic Studies (ANCOMIS) 2026

ADMIN Rabu, 22 Juli 2026 08:26 WIB
7x ditampilkan Berita

Prestasi akademik mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA) Bangkalan kembali bertambah di tingkat internasional. Sebanyak lima mahasiswi STAIDA berhasil menjadi presenter dalam The 2nd Annual Conference on Moderate Islamic Studies (ANCOMIS) 2026 yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, 21 Juli 2026.

Konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah (UNIKHAMS) Jember tersebut mengangkat tema "Religious Moderation as a Pillar of Peace: The Integration of Knowledge, Culture, and Technology". Kegiatan ini menghadirkan para akademisi dan peneliti dari berbagai negara untuk mendiskusikan pengembangan studi Islam moderat dalam menghadapi tantangan global.

ANCOMIS 2026 menghadirkan sejumlah pembicara internasional, di antaranya Dr. H. Asmad Hanisy, S.Pd.I., MM (Rektor UNIKHAMS Jember), Syekh Dr. Muhammad bin Ali Ba'atiyah (Rektor University of Imam Syafi'i Yaman), Syaikh Ali Muhammad Abdul Wahab (Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir), Djusmalinar, Ph.D. (Prince of Songkla University, Thailand), dan Dr. Nahla Ibrahim El Jack (Minnesota Academy for Languages Learning, Turki).

Tahun ini, panitia menerima ratusan naskah ilmiah dari berbagai perguruan tinggi. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 95 artikel dinyatakan lolos dan dipresentasikan dalam konferensi internasional tersebut. Dari jumlah tersebut, dua artikel merupakan karya mahasiswi Program Studi Ilmu Hadis STAIDA Bangkalan, sehingga mengantarkan lima mahasiswi STAIDA tampil sebagai presenter pada forum ilmiah internasional tersebut.

Kelima mahasiswi tersebut adalah Alifah, Nabila Fasya, Annisatus Sholihah, Riska Kamalia, dan Nurul Hakiki.

Artikel pertama dipresentasikan oleh Alifah, Nabila Fasya, dan Annisatus Sholihah dengan judul "Rekonstruksi Konsep Tabligh dalam Hadis untuk Strategi Dakwah Digital melalui Media TikTok dan Instagram Reels".

Dalam penelitian tersebut, para penulis mengkaji hadis riwayat Imam al-Bukhari nomor 3461 dengan pendekatan studi pustaka untuk merumuskan strategi dakwah yang relevan di era media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep tabligh perlu direkonstruksi dalam aspek metodologi penyampaian, bukan substansi ajaran. TikTok dan Instagram Reels dipandang sebagai "masjid digital" bagi Generasi Z dan Alpha sehingga dakwah perlu dikemas secara kreatif, komunikatif, serta mengikuti karakteristik platform digital tanpa mengurangi keaslian ajaran Islam. Penelitian ini juga menegaskan bahwa larangan berdusta tetap menjadi prinsip utama dalam menjaga validitas konten dakwah di ruang digital.

Sementara itu, artikel kedua dipresentasikan oleh Riska Kamalia dan Nurul Hakiki dengan judul "Larangan Ghuluw dalam Hadis Nabi: Kajian Tematik terhadap Penguatan Moderasi Beragama di Era Digital."

Penelitian tersebut mengkaji hadis-hadis Nabi mengenai larangan bersikap berlebihan (ghuluw) sebagai landasan penguatan moderasi beragama di tengah derasnya arus informasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi yang diajarkan Rasulullah SAW sangat relevan dalam membangun sikap keberagamaan yang seimbang, toleran, dan bijaksana sehingga mampu menjadi benteng terhadap penyebaran paham ekstrem di media sosial.

Keberhasilan lima mahasiswi STAIDA menjadi presenter dalam ANCOMIS 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa STAIDA mampu bersaing pada forum akademik internasional melalui karya-karya ilmiah yang inovatif dan kontekstual. Penelitian yang mereka hasilkan tidak hanya berorientasi pada kajian teoritis, tetapi juga menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan keislaman kontemporer, khususnya dalam bidang dakwah digital dan moderasi beragama.

Pencapaian ini sekaligus memperkuat komitmen STAIDA Bangkalan dalam mendorong budaya riset dan publikasi ilmiah di kalangan mahasiswa. Melalui pendampingan dosen serta penguatan kompetensi akademik, mahasiswa didorong untuk aktif menghasilkan penelitian yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Keikutsertaan mahasiswi STAIDA pada konferensi internasional ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, meningkatkan kualitas penelitian, serta membawa nama baik STAIDA Bangkalan di tingkat nasional maupun internasional. Dengan semakin banyaknya mahasiswa yang tampil sebagai presenter dalam forum ilmiah bergengsi, STAIDA semakin menunjukkan eksistensinya sebagai perguruan tinggi Islam yang produktif dalam melahirkan generasi akademisi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.