Tiga Mahasiswa Ilmu Hadis STAIDA Jadi Presenter pada ICHS 2026 di Tebuireng
ADMIN20x ditampilkan Berita
Tiga mahasiswa semester V Program Studi Ilmu Hadis Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA), Nadiatul Khoiroh, Muzayyanah Riya, dan Nurul Arifah, tampil sebagai presenter dalam International Conference on Hadith Studies (ICHS) 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Muktamar Turats Nabawi (MUTUN) ke-2 dan Annual Meeting ASILHA 2026.
Ketiganya mempresentasikan paper berjudul “The Ecological Dimension in the Hadith Thought of Ali Musthafa Ya'qub: An Echotheology Perspective of Islam Nusantara.” Artikel tersebut menjadi salah satu dari 88 artikel yang diterima dan dipresentasikan dalam ICHS 2026. Keikutsertaan ini menjadi pengalaman akademik penting bagi mahasiswa Prodi Ilmu Hadis STAIDA dalam mempresentasikan hasil kajian pada forum ilmiah yang melibatkan peserta dari berbagai negara.
ICHS 2026 merupakan bagian dari MUTUN ke-2 yang berlangsung selama tiga hari, Senin–Rabu, 5–7 Oktober 2026, di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Tebuireng, Jombang. MUTUN ke-2 tahun ini mengangkat tema “Developing Hadith Studies in Pesantren: From the Tradition of Transmission toward the Production of Contemporary Knowledge.”
Kegiatan tersebut melibatkan 137 penulis dari lima negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Maroko, Mesir, dan Gambia. Selain itu, MUTUN ke-2 juga diikuti oleh 121 peserta dari 41 lembaga, yang terdiri atas perguruan tinggi dan Ma’had Aly. Hal ini menunjukkan luasnya keterlibatan lembaga dan akademisi dalam forum pengembangan studi Hadis tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang diisi dengan pembacaan Nuktah Muhimmah KH. Hasyim Asy’ari serta sambutan dari Ketua ASILHA dan Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Roziqi. Hadir pula KH. Abdul Hakim Mahfudz, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng ke-8.
Selain konferensi internasional, MUTUN ke-2 menghadirkan sejumlah rangkaian kegiatan keilmuan, di antaranya sambung sanad dan ijazahan Kitab Sahih Bukhari dan al-Muwatta’, Bahtsul Masa’il Haditsiyah Maudlu’iyyah, serta bedah kitab Tadrij al-Masa’id fi Takhrij al-Maqashid.
Keikutsertaan Nadiatul Khoiroh, Muzayyanah Riya, dan Nurul Arifah menjadi bagian dari upaya Prodi Ilmu Hadis STAIDA dalam mendorong mahasiswa untuk aktif dalam penelitian dan forum ilmiah. Capaian tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik, memperluas jejaring keilmuan, dan berkontribusi dalam perkembangan studi Hadis di tingkat nasional maupun internasional.